Engineer Sipil Wajib Tahu ini, Perhitungan Dan Tabel Berat Besi Tulangan

Friday, May 26, 2017

Besi tulangan sangat baik untuk menahan gaya tarik dan sangat sering digunakan untuk proyek konstruksi.

Besi tulangan yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi terdiri dari dua macam yaitu besi polos dan besi ulir. Dimensi besi polos untuk di gambar perencanaan diberi kode Ø, sedangkan untuk besi ulir diberi kode D.
Tabel berat besi tulangan polos dan ulir
Gambar besi tulangan jenis ulir

Seorang engineer sipil yang baik harus mengetahui mana pekerjaan besi yang menggunakan besi polos maupun besi ulir, karena dapat menyebabkan kerugian untuk pihak owner jika yang harus dipasang ulir, namun dipasang besi polos. Besi ulir biasanya pengerjaannya lebih sulit untuk dikerjakan seperti untuk pengerjaan pembengkokan. Tetapi untuk kekuatan tegangannya lebih kuat dibandingkan besi polos.

Namun untuk menghitung volume besi sangat diperlukan berat besi. Berat isi besi berbeda-beda, tergantung pada diameter dari besi yang digunakan.

Ada rumus cepat untuk menghitung berat besi yang sering digunakan oleh para estimator, jika tidak menggunakan tabel berat besi, yaitu seperti perhitungan di bawah ini.

Cara menghitung berat besi tulangan (kg) diameter 10 mm
Berat isi besi = 0,006165 x (diameter tulangan x diameter tulangan)
Berat isi besi = 0,006165 x (10 x 10)
Berat isi besi = 0,6165 = ± 0,617 kg untuk besi ulir, sedangkan untuk besi polos = ± 0,62 kg
Atau dapat juga melihat tabel di bawah ini.

Tabel berat besi polos (kg)
Diameter Tulangan (mm) Berat Besi (kg)
6p 0,24
8p 0,40
9p 0,50
10p 0,62
12p 0,89
14p 1,21
16p 1,58
19p 2,23
22p 2,98
25p 3,85
28p 4,83
29p 5,19
32p 6,31
36p 7,99

Tabel berat besi ulir (kg)
Diameter Tulangan (mm) Berat Besi (kg)
6 0,24
8 0,40
9 0,50
10 0,62
12 0,89
14 1,21
16 1,58
19 2,23
22 2,98
25 3,85
28 4,83
29 5,19
32 6,31
36 7,99

Demikian pembahasan Kitasipil mengenai perhitungan dan tabel berat besi tulangan. Semoga bermanfaat,..

Related Posts

Previous
Next Post »