Cara Menguji Keausan Agregat Dengan Mesin Los Angeles

Friday, April 07, 2017

Hay Sobat Kitasipil, kali ini kita akan membahas tentang pengujian keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles, Penjelasan selengkapnya dapat dilihat di bawah ini.

Pendahuluan
Banyak objek bangunan sipil yang sangat dipengaruhi oleh kondisi agregat, terutama pada tingkat keausan agregat. Contohnya pada pekerjaan jalan, baik yang perkerasan kaku (rigid pavement) ataupun perkerasan lentur (flexible pavement), agregat akan mengalami proses lainnya seperti pemecahan, pengikisan akibat cuaca, pengikisan ketika pencampuran dan akibat penghamparan dan pemadatan.

Setelah jalan dapat dioperasikan, agregat juga masih mengalami proses pengausan oleh roda-roda kendaraan. Oleh karena itu, diperlukan pengujian untuk mengetahui daya tahan terhadap keausan. Secara umum agregat harus memiliki daya tahan yang cukup terhadap :

- Pemecahan (rusting)
- Penurunan mutu (degradation)
- Penghancuran (disintegration)

Pada konstruksi pekerjaan jalan, penggunaan agregat yang tidak memenuhi syarat keausan akan mengkibatkan terganggunya kestabilan konstruksi perkerasan dan terganggunya pelekatan aspal terhadap agregat.

Uji keausan dengan menggunakan mesin Los Angeles dapat dilakukan dengan 500 atau 1000 putaran dengan kecepatan 30-33 rpm. Keausan pada 500 putaran menurut PB-0206-76 manual pemeriksaan bahan jalan, maksimum adalah 40%.

Mesin Los Angeles merupakan salah satu mesin untuk pengujian keausan / abrasi agregat kasar, fungsinya adalah kemampuan agregat untuk menahan gesekan, dihitung berdasarkan kehancuran agregat tersebut yaitu dengan cara mengayak agregat dalam ayakan no.12 (1.70 mm). Sebelum melakukan pengujian keausan / abrasi harus melakukan analisa ayak terlebih dahulu untuk mengetahui gradasi agregat yang paling banyak, apakah masuk pada tipe A, B, C, atau D dan dapat menentukan banyaknya bola baja yang akan digunakan dapat dilihat pada Grading of Test Sample.

Daftar gradasi dan berat benda uji

cara pengujian keausan agregat dengan mesin los angeles

Keselamatan Kerja
1. Gunakan jas lab praktikum dan sarung tangan saat melakukan pengujian
2. Periksa alat sebelum melakukan praktik
3. Lakukan pengujian sesuai prosedur
4. Pakai masker dan penutup telinga saat melakukan pengujian
5. Bersihkan alat setelah selesai pemakaian

Peralatan
1. Mesin los angeles dengan 500 putaran.

mesin uji keausan agregat los angeles

2. Saringan mulai ukuran 37,5 mm ( 1 ½” ) sampai 2,36 mm ( No.8 ).

penggunaan saringan agregat

3. Bola-bola baja 

teknik pengujian keausan agregat

4. Timbangan digital, ketelitian 0,001 gr.

timbngan digital yang akurat

5. Oven.

mesin oven untuk agregat

6. Wadah.


Langkah Pengujian
1. Mempersiapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan dalam pengujian keausan agregat dengan mesin Los Angeles setelah ditimbang sesuai dengan tabel ukuran fraksi diatas.
2. Mencuci agregat hingga bersih dan oven selama 24 jam, setelah dioven dinginkan agar suhunya sama dengan suhu ruangan.
3. Memasukkan benda uji ke dalam mesin Los Angeles dengan bola baja yang sesuai pada tabel ukuran fraksi diatas.
4. Menyalakan mesin, mesin akan berputar dengan kecepatan 30 sampai 33 rpm untuk 500 putaran.
5. Setelah putaran selesai sampel dikeluarkan kemudian melakukan penyaringan awal dengan saringan berdiameter lebih dari 1,7 mm (No.12). Saring bagian sampel yang lebih halus dengan saringan 1,7 mm (No.12). Butiran yang tertahan / lebih besar dari 1,7 mm (No.12) dicuci bersih kemudian dikeringkan dengan oven suhu (110 ± 5)°C sampai berat tetap lalu ditimbang.

Perhitungan

Dimana: A = Berat sampel semula (gram)
B = Berat sampel yang tertahan / lebih besar dari 1,7 mm (gram)

Contoh Pengujian Pemeriksaan Keausan Agregat Dengan Mesin Los Angeles
Dikerjakan : Sipil
Diperiksa oleh : Kita

cara melakukan pengujian keausan agregat

cara menghitung pengujian keausan agregat dengan mesin los angelessyarat hasil pengujian keausan agregat dengan mesin los angeles

Kesimpulan
Berdasarkan SK SNI 2417 – 1991, keausan agregat tergolong sebagai berikut :
1. Apabila nilai keausan yang diperoleh > 40%, maka agregat yang diuji tidak baik digunakan dalam bahan perkerasan jalan.

2. Apabila nilai keausan agregat yang diperoleh < 40%, maka agregat yang diuji baik digunakan dalam bahan perkerasan jalan.

Jadi, pengujian keausan agregat dengan menggunakan mesin Los Angeles diatas diperoleh nilai keausan : 20,19 % sehingga baik digunakan dalam bahan perkerasan jalan.

Demikian pembahasan Kitasipil  mengenai pengujian keausan agregat dengan mesin Los Angeles. Semoga bermanfaat..

Related Posts

Previous
Next Post »