Pentingnya Aspek Pengendalian Mutu Pada Proyek Konstruksi Di Indonesia - KITASIPIL.COM

KITASIPIL.COM

Pentingnya Aspek Pengendalian Mutu Pada Proyek Konstruksi Di Indonesia


Dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi di Indonesia yang tidak menggunakan aspek pengendalian dapat menyebabkan kegagalan konstruksi (failure constructions). Oleh karena itu, menetapkan aspek standar kualitas terhadap hasil pekerjaan konstruksi melalui aspek pengendalian mutu sangat diperlukan.

Gambar cover spesifikasi umum Dirjen Bina Marga

Pada pekerjaan konstruksi memiliki sasaran antara lain yaitu biaya, waktu, dan akan kita bahas yaitu mutu. Oleh karena itu, penyedia jasa atau kontraktor untuk mencapai sasaran mutu pekerjaan memerlukan seorang quality control yang bertanggung jawab untuk memonitor, mengawasi dan mengevaluasi pekerjaan di lapangan. Quality harus mampu memahami aspek pengendalian mutu maupun memberdayakan sumber daya yang ada untuk mencapai mutu yang tetapkan.

Aspek-aspek pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan konstruksi antara lain meliputi:
1. Administrasi, formulir-formulir dan laporan pengendalian mutu
2. Metode pengangkutan material ke lokasi kerja.
3. Peralatan kerja yang digunakan
4. Tempat penyimpanan material yang akan digunakan
5. Pengujian material yang akan digunakan di laboratorium.
6. Pengujian pekerjaan di laboratorium
7. Pengujian pekerjaan di lapangan

Spesifikasi pengendalian mutu yang baku berstruktur “2-3-5” antara lain :
a. 2 merupakan “dimensi; dan kualitas;”
b. 3 merupakan “bahan baku; bahan olahan; produk jadi;”
c. 5 merupakan “jenis test; metode test; frekuensi atau interval test; spesifikasi test; toleransi test;”

Status hasil pengendalian mutu digunakan untuk antara lain:
1. Sebagai syarat untuk dapat dilakukan pembayaran terhadap pekerjaan yang telah diterima hasil pengujian quality control atau pengendalian mutu.
2. Sebagai syarat untuk disetujui tahapan pekerjaan selanjutnya.
3. Mengacu pada syarat dari spesifikasi teknik yang digunakan
4. Bagian dari penjaminan mutu (quality assurance)
5. Sebagai pertanggung jawaban kontraktor terhadap hasil pekerjaan saat masa PHO (Provisional Hand Over) dan FHO (Final Hand Over)

Demikian pembahasan Kitasipil mengenai pentingnya aspek pengendalian mutu pada pekerjaan proyek konstruksi di Indonesia. Semoga bermanfaat,,

Previous
Next Post »

Jangan melakukan spam dan terima kasih ConversionConversion EmoticonEmoticon